Dikira Begal, Pemuda Terjun Ke Sungai Saat Razia Polisi Tengah Malam

oleh -69 Dilihat
Faktanusantaraemas.com.
Empat Lawang (Sumsel).
                        Seorang pemuda bernama Sandri (25), warga Desa Karang Tanding, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, nyaris kehilangan nyawa setelah terjun ke Sungai Musi saat terjadi razia kepolisian pada tengah malam.
                     Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Karang Tanding, Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Sandri nekat melompat ke sungai karena panik dan mengira dirinya sedang dikejar begal. Belakangan diketahui, pihak yang melakukan pengejaran merupakan anggota Tim Elang Polres Empat Lawang yang tengah menggelar razia.
                Sejumlah saksi mata menyebutkan, razia dilakukan dalam kondisi minim penerangan. Aparat yang terlibat tidak mengenakan seragam dinas dan berpakaian preman. Situasi tersebut memicu kepanikan warga yang melintas.
              “Karena gelap dan mereka tidak pakai seragam, warga mengira itu begal. Apalagi terlihat membawa senjata,”ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
                   Warga juga menyebutkan tidak melihat adanya papan pemberitahuan razia maupun informasi resmi kepada masyarakat setempat. Kondisi itu membuat Sandri berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke Sungai Musi yang memiliki arus cukup deras.
                    Sandri akhirnya ditemukan sekitar pukul 00.00 WIB setelah kurang lebih lima jam dilakukan pencarian oleh tim SAR bersama warga. Korban ditemukan dalam kondisi lemah dan langsung mendapat penanganan medis.
Selain mengalami kelelahan fisik, korban juga dilaporkan mengalami trauma.
                 Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat setempat. Apan, Kepala Desa Sukarami sekaligus perwakilan Forum Desa di Kecamatan Lintang Kanan, menyampaikan keprihatinan dan meminta evaluasi terhadap pelaksanaan razia tersebut.
                “Kami mendukung tugas kepolisian, tetapi pelaksanaannya harus sesuai prosedur dan tidak membahayakan masyarakat. Kejadian ini perlu menjadi bahan evaluasi serius,” kata Apan, Sabtu (10/1/2026).
                  Ia berharap ke depan setiap kegiatan razia dilakukan secara terbuka, terkoordinasi dengan aparat setempat, serta mengedepankan keselamatan warga.
                 “Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Empat Lawang terkait kronologi lengkap maupun evaluasi atas kejadian tersebut. Warga berharap ada penjelasan dan langkah tindak lanjut agar peristiwa serupa tidak terulang,” tandasnya. (*Tr.4_/wis*).

No More Posts Available.

No more pages to load.