Faktanusantaraemas.com.
Sulawesi Tenggara.
Komisi VII DPR RI menindaklanjuti laporan dari Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulawesi Tenggara, mengenai adanya praktik di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang tidak menguntungkan masyarakat.(4/10/2023).
”Lanjutnya, salah satunya mengenai penyerapan tenaga kerja lokal. Dari 7.500 pekerja, tidak ada laporan berapa jumlah pekerja lokal yang mengisi pada top level management,”terangnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga menyampaikan, bahwa setelah melakukan pengecekan, diperlukan pengawasan lebih terhadap beroperasinya PT. VDNI.
”Menurutnya, Investasi besar dari PT. VDNI tidak berbanding lurus terhadap kesejahteraan masyarakat yang ada di Sulawesi Tenggara,”katanya.
“Selanjutnya, keluhan yang kita terima mengenai karyawan yang mayoritas bukan karyawan lokal. Kemudian nilai tambah yang pemerintah daerah dapatkan hampir tidak ada,”ujarnya.
”Ditambahkanya, mulai dari pajak air permukaan tidak ada. Royalti yang mereka (pemda) dapatkan sampai saat ini sangat minim. Begitu juga dana bagi hasil yang tadinya diperkiraan 600 miliar ternyata hanya setengahnya,”tandas Lamhot usai memimpin Kunjungan Kerja ke Kantor PT. VDNI di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.*( Tr.4_.Wm).





