Faktanusantaramas.com.
Jakarta.
Menteri Keuangan Sri Mulyani, kembali sore melanjutkan Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI dengan agenda pengambilan keputusan Asumsi Dasar dalam RUU APBN TA 2026. Turut hadir pula Gubernur bank_indonesia Perry Warjiyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmatpambudy, dan Kepala DK Ojkindonesia Mahendra Siregar.(22/8/2025)
“Setelah pembahasan yang sangat produktif sepanjang hari ini, alhamdulillah Pemerintah dan Komisi XI telah menyepakati Asumsi Makro dan Target Pembangunan sebagai berikut,”katanya.
Hasil Kesepakatan Sementara Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2026:
– Pertumbuhan ekonomi (%): 5,4
– Inflasi (%): 2,5
– Nilai tukar (Rp/USD): 16.500
– Suku Bunga SBN 10 Tahun (%): 6,9
Hasil Kesepakatan Sementara Target Pembangunan RAPBN 2026:– Tingkat Pengangguran Terbuka (%): 4,44 – 4,96
– Tingkat Kemiskinan (%): 6,5 – 7,5
– Tingkat Kemiskinan Ekstrem (%): 0 – 0,5
– Rasio Gini (indeks): 0,377 – 0,380
– Indeks Modal Manusia (indeks): 0,57
– Indeks Kesejahteraan Petani (indeks): 0,773
– Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja Formal (%): 37,95
– GNI Per Capita (US$): 5.520
“Seluruh poin-poin hasil kesimpulan rapat akan menjadi bahan bagi kami nantinya dalam pembahasan bersama Badan Anggaran. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan Komisi XI mengenai perkembangan pembahasan RAPBN 2026 selanjutnya dengan Banggar,”ujarnya,
“Terima kasih kepada Pimpinan serta Anggota Komisi XI DPR RI atas berbagai dukungan, masukan, dan seluruh kesepakatan yang telah kita capai pada hari ini,”tandasnya.(*TR.4_/Sp).





