Faktanusantaraemas.com.
Sulteng.
Menurut Presiden RI H.Joko Widodo (Jokowi). Hilirisasi telah menciptakan sejumlah dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Di Provinsi Sulawesi Tengah, sebelum hilirisasi nikel, hanya 1.800 tenaga kerja yang terangkut di dalam pengolahan nikel. Setelah hilirisasi, industri ini menyerap 71.500 tenaga kerja! Hilirisasi membuka kesempatan bagi para calon pekerja secara signifikan.(1/8/2023).
Selanjutnya, Hilirisasi juga memberikan kontribusi besar pada pendapatan negara. Dulu, tahun 2014 sampai 2015, pemerintah menghasilkan kurang lebih Rp31 triliun dari ekspor bahan mentah. Setelah hilirisasi, menjadi Rp510 triliun,”kata Joko Widodo.
”Lanjut Joko Widodo, Hilirisasi juga memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah yang kemudian berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara yang sebelumnya rata-rata 5,7 persen, setelah hilirisasi melompat jadi 23 persen,”terangnya.
”Kemudian, dan berbagai dampak positif lainnya Karena itulah, program hilirisasi ini tidak akan berhenti hanya pada industri mineral saja, tetapi juga pada sektor lainnya. Untuk itu, saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2023-2028 semalam, saya mengajak para pengusaha untuk turut mendukung program hilirisasi,”ujar Jokowi.
”Joko Widodo menambahkan, Apindo harus berpikir ke arah sana. Semua produk yang masih diekspor mentahan harus mulai dikirim dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi. Bank juga harus berpikir mau membiayai hilirisasi di bidang-bidang yang tadi saya sebutkan,”pungkasnya.*( Tr.4_.Pw).





