Faktanusantaraemas.com.
Lampung.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan bersama warga Dusun 04, Desa Sidodadi, Lampung, menggelar aksi gotong royong membersihkan sungai pada (24/2/2025) waktu lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama sungai sebagai sumber kehidupan.
Aksi bersih sungai ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sidodadi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lampung (Unila) dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, organisasi lingkungan Mitra Bentala, serta pamong desa dan masyarakat setempat.
Ketua Pokdarwis Desa Sidodadi, Andi Sofiyan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan sungai.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai yang menjadi sumber kehidupan. Ke depan, kami berharap kesadaran ini dapat menyebar ke dusun-dusun lain sehingga permasalahan sampah dan banjir dapat diatasi. Selain itu, sungai yang bersih juga dapat mendukung pengembangan wisata desa yang ramah lingkungan,”ujarnya.
Dukungan PTBA untuk Pengembangan Ekowisata dan Pertanian Dusun 04 Desa Sidodadi merupakan hulu sungai yang berdekatan dengan Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi. Menjaga kebersihan sungai tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekowisata berbasis lingkungan.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap kelestarian lingkungan, PTBA Unit Pelabuhan Tarahan bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari telah menanam 40 ribu bibit mangrove di lahan seluas 13,21 hektare di Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi. Selain itu, PTBA juga melakukan transplantasi 500 bibit terumbu karang di area konservasi seluas 1,03 hektare serta penanaman 850 bibit lamun di lahan 8,98 hektare.
“Selain program ekowisata, PTBA juga mendukung pengembangan sektor pertanian di Dusun 03 Desa Sidodadi melalui program Dari Hati Berdaya Mandiri Hasil Tani. Program ini mendorong pemanfaatan cuka bambu sebagai pupuk alami dan pengusir hama, yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,”katanya.
“Pelaksanaan program dimulai pada September 2024, dan hasilnya mulai terlihat pada Januari 2025, ketika Gabungan Kelompok Tani Desa Sidodadi berhasil memanen bawang merah lebih cepat dari biasanya,”jelasnya.
“Dengan berbagai inisiatif ini, PTBA berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui sektor ekowisata dan pertanian,”pungkasnya.(* TR 4_/Wis).






