Sebanyak 16 Warga Dari Berbagai Gampong DiAceh Besar Korban Penipuan Diduga Seorang Karyawan Perusahaan Berinisial PT ESA

oleh -214 Dilihat
Faktanusantaraemas.com,
Banda Aceh.
                Sedikitnya 16 warga dari berbagai gampong di Aceh Besar dan bahkan hingga Pulau Aceh menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh seorang karyawan di perusahaan berinisial PT ESA.
               Tak tanggung-tanggung, total kerugian ditaksir hampir Rp 1 miliar, dan jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah.
                Perwakilan korban, Yulindawati, menyebut praktik ini bermula sejak Juli 2023, saat seorang yang mengaku manajer operasional perusahaan berinisial SH menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi agen penyalur LPG 3 Kg. mitra Pertamina.
              Dengan janji manis, warga diminta menyetor uang mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 120 juta per orang melalui skema kemitraan tersebut.
                Namun, dua tahun berlalu, para korban tak kunjung terdaftar sebagai mitra resmi Pertamina. Bahkan, beberapa korban mengaku tidak diberikan kontrak atau bukti kwitansi serah terima uang. Ada yang menerima kontrak, ada yang tidak. Kecurigaan pun memuncak.
               “Gas memang sempat dibagikan, tapi tak sesuai dengan kesepakatan. Dari jatah 100 tabung, hanya diberikan 50. Ini agar korban merasa prosesnya berjalan,”ucap Linda dari Fasilitas Akademi dan Advokasi Kantara Simpul Indonesia (FAKSI) Aceh, Sabtu (2/8/2025).
                   “Menurut Linda, modus yang dijalankan cukup rapi. Saiful Haris memperkenalkan diri sebagai manajer operasional PT ESA. la bahkan memiliki surat kuasa dari Direktur Utama PT ESA,”katanya.
                “Linda mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah terdata sebanyak 16 korban penipuan tersebut. Namun jumlah ini bisa bertambah karena beberapa di antaranya belum melapor,” jelasnya.
                “Dari jumlah korban itu, tiga di antaranya adalah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yakni dari Gampong Nusa, Bukloh Ujong, dan Niron turut menjadi korban. Mereka menyetor uang karena percaya program tersebut akan meningkatkan pendapatan desa,”ujarnya.
               “Yang lebih menyedihkan, ada korban yang sampai sekarang masih berutang ke orang lain karena uang yang disetor belum kembali. Mereka sangat berharap keadilan,” tandas Linda.(*TR.4_/Zn).

No More Posts Available.

No more pages to load.