Faktanusantaremas.com. Surabaya (Jatim). Kebijakan yang efektif tidak lahir begitu saja. Diperlukan dukungan riset yang kuat dan relevan agar setiap keputusan memiliki dasar ilmiah yang kokoh. Semangat inilah yang mewarnai gelaran The 12th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2025, hasil kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surabaya.
Mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas, Inovasi dan Kapasitas Ekonomi Jawa Timur di Tengah Berbagai Tantangan Global”, EJAVEC 2025 menghadirkan serangkaian agenda penting, mulai dari Call for Papers untuk kategori umum dan mahasiswa, hingga konferensi yang mempertemukan para ekonom, akademisi, peneliti, dan perwakilan pemerintah daerah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, M. Noor Nugroho, dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025) menegaskan, gelaran EJAVEC yang telah memasuki tahun ke-12 ini menjadi bukti nyata sinergi antara regulator, akademisi, dan praktisi dalam mendukung kebijakan daerah.
“Kolaborasi ini adalah wujud komitmen bersama untuk menghasilkan kajian yang aplikatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah,”katanya.
Senada, Dekan FEB Universitas Airlangga, Prof. Dian Agustia, menyampaikan bahwa EJAVEC Forum hadir sebagai sarana kontribusi akademisi dan praktisi terhadap regulator melalui karya ilmiah berkualitas.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam keynote speech menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, peran vital ini memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lewat kajian ilmiah yang mendalam dan berkelanjutan.
“Konferensi EJAVEC 2025 turut menghadirkan tiga narasumber terkemuka: Yose Rizal Damuri (CSIS), Prof. Ari Kuncoro (Universitas Indonesia), dan Prof. Rudi Purwono (Universitas Airlangga). Diskusi yang dipandu secara interaktif tersebut menyoroti strategi memperkuat ketahanan ekonomi Jawa Timur melalui peningkatan produktivitas, inovasi, inklusivitas, keberlanjutan, dan resiliensi menghadapi dinamika global,”ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang Call for Papers yang diikuti 376 karya tulis dari berbagai peneliti ekonomi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Berikut daftar pemenang:
Kategori Mahasiswa
1. Juara I – Membentang Jalan, Menopang Harapan: Analisis Dampak Jalan Tol Trans Jawa dalam Meningkatkan Perekonomian Jawa Timur (Universitas Indonesia).
2. Juara II – Menjahit Konektivitas Sektoral untuk Pariwisata Jawa Timur: Simulasi Dampak Ekonomi Transportasi, Akmamin, dan Perdagangan melalui Model Ras Input-Output 2024 (Universitas Indonesia).
3. Juara III – Efektivitas Kebijakan Local Currency Transaction (LCT) dalam Meningkatkan Kinerja Ekspor Perhiasan Jawa Timur: Difference-In-Differences dan Analisis Tematik (PKN STAN).
Kategori Umum
1. Juara I – Penguatan Hilirisasi Agro Jawa Timur: Integrasi Pertanian dan Industri Agro dalam Rantai Nilai Lokal melalui Pendekatan Spasial dan Identifikasi Wilayah Potensial (Badan Pusat Statistik).
2. Juara II – Analisis Indeks Kualitas Pekerja Pra Lansia dan Pengaruhnya terhadap Perekonomian Jawa Timur (Pendekatan Nighttime Light): Refleksi Potensi Silver Economy (Badan Pusat Statistik).
3. Juara III – Digital Darwinism in The Tourism World: Who Adapts, Who Falls Behind? A Case Study of East Java Province (PT. Sagamartha Ultima).
Karya-karya terbaik tersebut akan direkomendasikan untuk dimuat dalam EJAVEC Journal, yang telah terakreditasi SINTA 3 dan memiliki ISSN, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para pembuat kebijakan.
“Melalui sinergi riset dan kebijakan ini, EJAVEC 2025 sekali lagi membuktikan bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika data, analisis, dan visi masa depan dirangkai dalam satu tujuan: kemajuan Jawa Timur di panggung ekonomi nasional dan global,”pungkasnya. (*TR.4_/ZA).





