Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Mendorong, Dikembalikanya Waduk Cirata Jabar Sesuai Fungsinya

oleh -1185 Dilihat
Faktanusantaraemas.com.
Cianjur ( Jabar).
     Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedy Mulyadi. Mengatakan,
keberadaan keramba jaring apung (KJA) yang diduga berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, berkontribusi terhadap tingkat pencemaran lingkungan di Waduk Cirata.
     Pencemaran air di bendungan dipengaruhi oleh limbah cair sampah, yang diduga besar berasal dari TPAS Sarimukti.
     Berlandaskan hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mendorong, agar dikembalikannya fungsi Waduk Cirata dalam keadaan yang semestinya.
     “Keberadaan budidaya ikan keramba pada kolam jaring apung (KJA) juga, berpengaruh terhadap kualitas air dan lingkungan di waduk Cirata,”katanya.
     ”Selanjutnya, jumlah KJA yang over produksi ditambah aliran air dari sungai Citarum yang sudah terkontaminasi limbah industri, menimbulkan dampak sedimentasi yang semakin cepat, harusnya umur waduk itu 150 tahun menjadi turun ke 100 tahun,” jelas Dedi saat memimpin Kunker Reses Komisi IV DPR RI ke Waduk Cirata, Kecamatan Cirata, Kabupaten Cianjur, provinsi Jawa Barat, Senin (17/7/2023).
     ”Lebih lanjut politisi fraksi partai Golkar itu menambahkan,  sebanyak kurang lebih 40 hingga 50 ribu jumlah KJA yang ada di waduk Cirata saat ini, bukan didominasi oleh penduduk lokal, melainkan warga di luar daerah dan pendatang,”ujarnya.
      “Ini tidak ada izinnya dan mereka tidak bayar pajak. Kedepan harus ada rasionalisasi, yang penduduk luar disuruh keluar dan penduduk lokal yang harus menguasai. Karena adanya waduk Cirata ini kita ingin masyarakat setempat yang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan bisa memelihara pembudidayaan ikan di waduk,”pungkasnya.*( Tr.4m.S).

No More Posts Available.

No more pages to load.